Ratusan Anak Terdampak Gempa dan Tsunami Terima Paket Dukungan Pendidikan

Palu, Satusulteng.com – Sektor pendidikan menjadi bagian yang sangat penting dalam pembangunan sumber daya manusia di suatu negara, termasuk di Indonesia. Namun pendidikan yang menjadi salah satu hak dasar yang harus didapatkan oleh anak-anak seringkali menghadapi tantangan dan kesenjangan paska terjadi bencana, termasuk paska terjadi gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 lalu. Untuk mendukung percepatan pemulihan anak, khususnya pada sektor pendidikan, Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) melalui dukungan Terre des Hommes memberikan bantuan paket pendidikan anak sebanyak 441 di kelurahan Layana Indah dan Pantoloan (13/12/2018).

Pembagian paket pendidikan di kelurahan Layana Indah, kecamatan Mantikulore dilakukan di titik Child Friendly Space (CFS) SD-SMP Satu Atap Layana Indah sebanyak 306 paket yang terdiri dari tas, seragam dan sepatu sesuai dengan ukuran penerima, serta paket alat tulis. Sedangkan di pos pengungsian Pantoloan Taweli sebanyak 135 paket tas beserta kelengkapan alat tulis, dan untuk seragam serta sepatu akan didistribusikan setelah ukuran masing-masing anak didapatkan.

“Kita berkomitmen untuk dapat mendukung pemulihan anak melalui pendekatan program CFS di beberapa titik yang mengintegrasikan dukungan layanan psikososial, pendidikan dan promosi kebersihan kesehatan bagi anak-anak terdampak bencana di Sulteng”, ujar Keumala Dewi, DIrektur Eksekutif PKPA saat memberikan sambutan di pos pengungsian Pantoloan sebelum distribusi di lakukan.

Yayasan PKPA sendiri akan terus melanjutkan proses distribusi bantuan ke lokasi-lokasi CFS lain, seperti di Pos Pengungsian Lapangan Kompas dan Kelinci, kelurahan Tondo kecamatan Mantikulore, kota Palu.

Ismail Marzuki selaku manajer program PKPA di Palu menyampaikan bahwa program ini akan dilakukan sampai bulan Februari 2019 mendatang. Yayasan PKPA sendiri saat ini sedang berencana untuk memperkuat sektor pendidikan dengan pengembangan program lainnya.

546 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Facebook Comments