Kota Palu

Pemkot Palu Butuh Lebih Banyak Armada Untuk Angkut Air Bersih

Manajer Humas PT Honda Prospect Motor (HPM) Yulian Karfili (ketiga kanan) memberi penjelasan tentang mobil pintar Honda NeuV kepada perwakilan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari berbagai daerah saat acara "Student Day" di stan Honda di ajang pameran otomotif GIIAS 2018 di Serpong, Tangerang, Banten, Rabu (8/8). Pada kesempatan itu para siswa mendapat penjelasan tentang teknologi terbaru Honda seperti sistem Hybrid i-MMD dan mobil listrik dan perangkat mobilitas canggih lainnya. ANTARA FOTO/Zarqoni Maksum/ama/18.

Palu, Satusulteng.com – Pemerintah Kota Palu masih membutuhkan lebih banyak mobil tangki untuk mengangkut air bersih ke titik-titik kumpul pengungsi korban gempa dan tsunami di daerah itu.

“Kita hanya punya tujuh unit mobil untuk itu. Ditambah beberapa mobil ‘pick up’ (bak terbuka) yang diisi tong untuk mengangkut air sementara titik kumpul yang harus didistribusi sebanyak 129 titik,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Palu Arif Lamakarate di Palu, Jumat.

Dinas Perhubungan diberi tugas oleh Wali Kota Palu Hidayat dalam penanganan gempa dan tsunami mengkoordinasi seluruh jenis angkutan untuk kepentingan penanganan pengungsi.

Saat ini, terdapat 52 kendaraan semua jenis berupa mobil untuk kesehatan, evakuasi jenazah, dan mobil angkutan logistik.

“Kami berharap ada pihak lain yang ikut membantu kendaraan untuk angkutan air bersih,” katanya.

Mobil air bersih yang ada saat ini, antara lain milik PDAM, mobil tangki Dinas Kebersihan, dan BPBD Kota Palu.

Menurut Arif, masih ada beberapa mobil pemadam kebakaran Kota Palu yang bisa digunakan untuk mengakut air bersih hanya saja perlu dukungan bahan bakar, sedangkan bahan bakar yang ada jumlahnya terbatas.

Untuk pengangkutan air bersih, kata dia, butuh dua jenis bahan bakar guna menghidupkan mesin penyedot air dan menggerakkan mobil.

Arif mengatakan untuk kepentingan distribusi air bersih tersebut Dinas Perhubungan baru diberikan jatah 200 liter solar dan 100 liter premium.

“Itupun kami baru bisa dapat sejak kemarin,” katanya.

Ia mengatakan semua Organisasi Perangkat Daerah Kota Palu dikerahkan untuk menangani pengungsi pascagempa dan tsunami yang menerjang kota itu pada Jumat (28/9) petang.

Saat ini, tercatat jumlah pengungsi akibat gempa dan tsunami tersebut telah mencapai 70.821 orang.

Sebanyak 1.551 jenazah korban gempa sudah dimakamkan, 113 orang hilang, dan masih sekitar 152 orang tertimbun tanah dan bangunan.

Mereka yang terdaftar tersebut merupakan korban yang sudah memiliki identitas yang dilaporkan pihak keluarga ke Posko Satuan Gabungan Penanganan Bencana.

satusulteng
the authorsatusulteng