Tersentuh, Jamaah Mesjid Al-Maidah Apresiasi Ceramah Wawali

Palu, Satusulteng.com – Jamaah Tarawih Masjid Almaidah, Jalan Rambah 1 Kelurahan Birobuli
Selatan, Palu, terperangah melihat aksi Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Said alias Pasha, Kamis malam 24 Mei 2018. Bukan karena kepiawaiannya bernyanyi, tetapi karena kemampuannya membawa ceramah agama diatas mimbar dan terlihat seperti Muballiq ulung.

Pasha hadir di masjid itu mewakili Wali Kota Palu dalam kunjungan tim silaturrahmi Ramadan Pemkot Palu. Diatas mimbar, Pasha sebenarnya membawa sambutan pemerintah. Namun dia juga menyampaikan pandangannya tentang prinsip jihad dalam ajaran islam.

Bicaranyapun berapi-api membuat jamaah melongo tak berkedip. Pasha mengutuk keras sejumlah aksi pengeboman mengatas namakan jihad di tanah air. Tak kalah dengan aksi panggung kala bernyanyi, Pasha pun sekali-sekali mengencangkan suaranya untuk memotivasi jamaah.

“Bangsa Indonesia sedang diuji keimanan, ketaqwaan dan kesabarannya. Sebagaimana dalam pemberitaan tentang aksi yang saya anggap biadab. Mengambil langkah diluar dari ajaran agama. Pelaku membawa nama dan simbol islam yang harusnya dijaga bersama,”tegas Pasha dengan intonasi begitu tinggi.

Dia mengangkat tiga isu utama dalam arahannya. Pertama soal jihad yang disalah artikan dalam islam, toleransi dan langkah Pemkot Palu memupuk kembali nilai toleransi, gotong royong dan kekeluargaan.

Soal jihad, dia mengaku memang ilmunya terbatas. Tapi katanya, dalam sebuah riwayat, Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam melarang umatnya ikut berperang jika ada yang menyatakan tidak mampu.

“Membawa anak untuk melakuan bom bersama ini tak rasional. Rasulullah saja saat berperang. Alasannya jelas. Lelaki tidak boleh ikut berperang. Tapi ditanya dulu apakah siap atau tidak. Mampu atau tidak,”jelasnya.

Layaknya mubalig, pelantun lagu ‘maafkan aku’ ini juga menyelipkan ayat Al-Qur’an dalam arahan sekaligus ceramahnya itu. Misalnya inti sari Surat Ar Rahman yang artinya, nikmat Tuhan mana lagi yang kalian dustakan.
Penggalan surat ini ia selipkan untuk maksud bahwa Indonesia adalah negara kaya yang besar dan aman untuk ditinggali.

Terkait upaya mewujudkan keamanan di Kota Palu, Pasha menyebut Pemkot telah menggalakkan satuan tugas kebersihan,keindahan,ketertiban, keamanan dan kenyamanan (Satgas K5) secara massif. Satgas setiap malam merazia penghuni rumah kost.

“Disaat kita sedang terlelap tidur. Mereka justru melakukan tugas untuk mengawasi lingkungan,”ujarnya.

Dengan keberadaan Satgas K5, Pasha mengklaim saat ini tingkat kriminal perlahan menurun. Utamanya pelaku pembusuran. Kata dia kini sudah jarang terdengar laporan adanya korban pembusuran dari orang tak dikenal.

“Itu bisa jadi karena peran Satgas K5. Karena saat razia, mereka mengamankan banyak busur dan senjata tajam. Ini sebenarnya adalah upaya menangkal radikalisme,”sebutnya.

Satgas tambah dia juga berperan sebagai tokoh sentral dalam membangun kembali budaya gotong royong dan kekeluargaan. Sebab jaman ini masyarakat dalam satu lingkungan tidak lagi peduli untuk saling mengenal.

Karenanya dalam kesempatan itu Pasha mengajak masyarakat senantiasa mendukung program pemerintah.

“Saya cuma berharap bantu pemerintah amankan kota. Peka dengan lingkungan kita. Terlebih dalam momentum Ramadan. Itu saja yang kami harapkan. Jaga keamanan dan ketertiban kota ini,”harapnya.

Lantaran begitu tekun menyampaikan arahan, Pasha terbawa suasana dan lupa akan batas waktu yang diberikan.

“Maklumlah, ini sudah jadi kwbiasaan. Kalau sudah pegang mic lupa dilepas.Terlebih jika sedang bernyanyi,”selorohnya menutup arahan. ###

Exit mobile version