DPRD Kota Palu Segera Atasi Persoalan Pasar Talise

Palu, Satusulteng.com – Komisi B DPRD Kota Palu segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengatasi persoalan yang terjadi di Pasar Talise, Jalan Dayodara Palu, yang kini sepi pedagang dan pengunjung.

“Hasil peninjauan Komisi B di Pasar Talise akan kita rekomendasikan kepada Ketua DPRD untuk secepatnya menggelar rapat dengar pendapat dengan instansi terkait,” kata Ketua Komisi B Muh. Rum usai di Palu, Rabu, setelah timnya meninjau beberapa pasar besar di Ibu Kota Provinsi Sulteng ini.

Rapat dengar pendapat yang rencananya akan menghadirkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan membahas upaya yang akan ditempuh untuk secepatnya mengatasi keluhan pedagang di pasar yang diresmikan pada 15 Desember 2014 lalu itu.

“Keluhan pedagang di Pasar Talise itu adalah dagangan mereka kurang laku bahkan ada yang merugi karena lebih besar pengeluaran dari pada pemasukan,” kata Wakil Ketua Komisi B Ridwan Alimuda.

Menurut Ridwan, dari sekitar 100 lapak yang tersedia di Pasar Talise, hanya 30 persen yang diisi oleh pedagang.

Banyaknya pedagang yang meninggalkan lapak jualan di sana merupakan salah satu penyebab pasar ke empat yang dibangun oleh Pemerintah Kota Palu setelah Pasar Tavanjuka itu kian sepi.

“Banyak pedagang yang berjualan di sana pindah ke Jalan Tombolotutu. Mereka lebih memilih berjualan di pinggir Jalan Tombolotutu karena pembeli di situ lebih banyak. Nah itu juga yang kita akan bahas dengan instansi terkait,” kata Ridwan.

Selain meninjau Pasar Talise, Komisi B juga meninjau Pasar Masomba dan Pasar Inpres Manonda untuk mengecek stok dan harga bahan-bahan kebutuhan pokok menjelang bulan suci ramadhan.

Sampai saat ini, stok bahan pokok di berbagai pasar masih sanat memadai dan harga jual umumnya masih stabil.

Legislator menghimbau warga untuk berbelanja secara wajar agar situasi pasar tetap stabil selama bulan ramadhan hingga lebaran nanti. ***

Exit mobile version