P4GN, BNNK Touna Gelar Workshop Pengembangan Kapasitas Lingkungan Pendidikan

Touna, Satusulteng.com – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tojo Una-Una (Touna) menggelar Workshop Pengembangan Kapasitas Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dilingkungan Pendidikan di Kabupaten Touna, Kamis (01/03/18) di ruang pertemuan Hotel Ananda.

Workshop Pengembangan Kapasitas P4GN dilingkungan Pendidikan di Kabupaten Touna itu dibuka oleh Staf Ahli Bupati Touna Bidang Keuangan, Perekonomian dan Pembangunan Burhanudin Lahay, S.Ag, M.Si mewakili Bupati Touna Mohammad Lahay, SE, MM.

Adapun peserta workshop tersebut para Kepala Sekolah, Guru-Guru BK Sekolah tingkat SD/SMP dan SMA dan Pengawas berjumlah 25 orang dengan menghadirkan 4 orang Narasumber yakni Kepala BNNK Touna AKBP Djohansah Rahman, S.Pd, Kordinator III PSDKU Untad Touna Mahmud Lahay, SE, M.Si, Sekertaris Dikpora Touna Anton Dg. Situru, S.Pd dan Praktisi Kesehatan dr. Andika Akase.

Dalam sambutan tertulisnya Bupati Touna yang dibacakan oleh Staf Ahli Burhanudin Lahay menyampaikan sangat mendukung sepenuhnya atas penyelengaraan kegiatan yang dilaksanakan oleh BNNK Touna, sebagai upaya bersama memerangi peredaran narkoba dikalangan generasi muda khususnya yang masih duduk dibangku pendidikan.

“Kegiatan-kegiatan seperti tentunya sebagai upaya dalam rangka menciptakan generasi muda Indonesia yang aktif dan kreatif tanpa narkoba,” kata Bupati.

Bupati mengatakan, Narkoba merupakan permasalahan yang rumit dan telah menjadi kecemasan masyarakat luas dari informasi Badan Narkotika Nasional (BNN) kejahatan Narkoba bukan hanya merupakan suatu masalah yang harus diselesaikan tetapi merupakan proses yang berkelanjutan.

“Karena dibalik semua kejahatan tersebut akan ada tindak kejahatan lain yang muncul demi mendapatkan kepuasan semata dari barang haram tersebut,” ujarnya.

Lanjutnya, sebagaimana yang telah ditegaskan oleh Presiden Repoblik Indonesia (RI), Joko Widodo yang menginginkan agar ada langkah-langkah pemberantasan narkoba yang lebih gencar, lebih berani, lebih giat dan lebih komprehensif yang dilakukan secara terpadu.

“Olehnya untuk mendukung langkah-langkah pemerintah tersebut yang dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan dilingkungan kerja yaitu, komunikasi informasi edukasi (KIE), promosi hidup sehat tanpa Narkoba melalui spanduk, poster, pesan pada struk pembayaran, leaflet pada ruang tunggu pelayanan publik dan sebagainya,” ujarnya.

Menurutnya, peran serta masyarakat sebagai penggiat anti narkoba adalah melaksanakan kegiatan sosialisasi anti Narkoba di lingkungan kerja, masyarakat, pendidikan, serta komitmen menjaga lingkungan yang sehat dan bersih dari Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba serta bersinergi dengan BNN atau istansi terkait dalam upaya P4GN dengan program-program yang dilakukan.

“Untuk itu melalui kegiatan yang dilakukan dilingkungan pendidikan ini, diharapkan akan dapat meminimalisir siswa didik terjerumus kedalam penyalahgunaan Narkoba,” harapnya.

Sementara itu Kepala BNNK Touna AKBP Djohansah Rahman, S.Pd mengatakan, sebanyak 70 persen pengguna Narkoba di Indonesia saat ini adalah pekerja di usia produktif. Sebanyak 22 persen lainnya adalah pelajar dan mahasiswa. Sementara 8 persen adalah kategori lain.

“Olehnya saya mengajak kesungguhan dari semua pihak khususnya dilingkungan pendidikan agar dengan keikhlasan hati mau membantu BNN untuk menyampaikan bahaya Narkoba dan berkoordinasi dengan BNN terkait permasalahan Narkoba. Jika kita hanya berdiam diri dan tidak ada tindakan sama sekali, yang dirugikan adalah kita semua. Dengan kerjasama yang baik, diharapkan lingkungan pendidikan bersih dari penyalahgunaan Narkoba,” ujarnya.

206 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments