Kepala BNNP Sulteng Lantik Dua Kepala BNNK dan Pejabat BNNP Sulteng

Kepala BNNP Sulteng Lantik Dua Kepala BNNK dan Pejabat BNNP Sulteng
Rate this post

Palu, Satusulteng.com – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Brigjen Polisi Andjar Dewantoro melantik dua pejabat baru Kepala BNNK dan dua pejabat BNNP Sulteng, Senin (10/9/2018) di kantor BNNP Sulteng.

Dua pejabat Kepala BNNK yang dilantik yakni AKBP Abire menjabat sebagai Kepala BNN Kota Palu yang sebelumnya bertugas di Polda Sulteng sebagai Kasubdit dua Ditreskrimsus dan AKBP Mulyadi menjabat sebagai Kepala BNNK Morowali sebelumnya menjabat sebagai Kabaganalisis Ditintelkam Polda Sulteng.

Sementara dua pejabat BNNP yang dilantik yakni AKBP Baharuddin menjabat sebagai Kabid Pemberantasan dan Kasie Intelijen bidang Pemberantasan Kompol Lucky Sutardjo.

Pelantikan tersebut selain dihadiri oleh Pejabat Utama BNNP Sulteng juga dihadiri oleh Kepala BNNK jajaran BNNP Sulteng.

Dalam amanatnya Kepala BNNP Sulteng, Brigjen Pol Andjar Dewantoro menyampaikan bahwa pengambilan sumpah jabatan merupakan suatu bentuk pengembangan organisasi dan hal yang sudah biasa dalam suatu kelembagaan.

“Pengambilan sumpah ini memberikan makna kepada pejabat yang disumpah, untuk betul-betul melaksanakan tugas yang diamanatkan oleh pimpinan dan sekaligus kepada BNN, untuk selalu komitmen memberantas peredaran narkoba yang semakin memprihatinkan,” kata Andjar.

lanjut kata dia, semoga amanat dan kepercayaan yang diberikan di pundak saudara, dapat dijalankan dengan baik dan benar, penuh perhatian bekerja keras disertai rasa tanggung jawab yang tinggi.

“Sebab pelaksanaan program pencegahan dan pemberantasan darurat narkoba, harus dapat memberikan pola kerjasama yang intensif diantara semua instansi terkait, maupun lembaga swadaya masyarakat, tokoh masyarakat, para pemuka agama dan para tokoh pendidik,” ujarnya.

Dia mengatakan,masalah narkoba sudah masuk ke semua kalangan, dan juga beredar diberbagai pelosok kota, bahkan sampai ke desa-desa.

“Sehingga, pemberantasan narkoba harus dilakukan secara komprenhensif, meliputi berbagai aspek dan dampak dari penyalahgunaan narkoba, karena jika tidak dilakukan, maka akan kehilangannya penerus genarasi,” terangnya.(yaya/BNNKTouna).

116 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments