Dikbud Sulteng Gelar Rakor Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Tingkat Provinsi di Touna

Dikbud Sulteng Gelar Rakor Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Tingkat Provinsi di Touna
Rate this post

Touna, Satusulteng.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar Rapat Koordinasi Bidang Pendidikan dan Kebudayaan tingkat Provinsi Sulteng tahun 2018, Senin (26/3/18) yang dilaksanakan di Hotel Grand Pink Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna).

Rakor dengan mengambil tema “Sinergitas Pemerintah Provinsi Dengan Pemerintah Kabupaten/Kota Dalam Mewujudkan Pembiayaan Pendidikan Yang Adil Merata dan Berkaualitas” dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Pemerintah Provinsi (Pemrov) Sulteng Ir. M Faisal Mang, MM mewakil Gubernur Sulteng Drs. H Longki Djanggola, M.Si.

Turut hadir dalam pembukaan Rakor ini Kepala Biro Perencanaan Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Biro Hukum, Sekertaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Touna Taslim DM. Lasupu, SP, MT, Kepala Dikbud Provinsi Sulteng, Kepala Bappeda Provinsi Sulteng, Kepala BPKAD Provinsi Suteng dan peserta rakor terdiri dari Kepala Dikbud Kabupaten/Kota Se-Sulteng, Kepala Bappeda Kabupaten/Kota Se-Sulteng, Kepala Kabupaten/Kota Se-Sulteng dan para Kasubag Perencanaan dan Program Kabupaten/Kota Se-Sulteng.

Bupati Touna Mohammad Lahay, SE, MM yang diwakili oleh Sekdakab Touna Taslim DM. Lasupu, SP, MT mengucapkan selamat datang kepada Gubernur Sulteng bersama seluruh rombongan serta peserta rapat kordinasi bahkan seluruh undangan yang telah berkenan hadir diwilayah kami Kabupaten Touna, di Nyiur Melambai dalam rangka mengikuti Rakoor Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Tingkat Provinsi Sulteng.

“Atas nama Pemda Kabupaten Touna menyambut baik dan mengucapkan terimakasih serta apresiasi yang setinggi-tingginya atas terlaksananya rakor bidang pendidikan dan kebudayaan di wilayah Kabupaten Touna,” kata Sekdakab Touna Taslim DM. Lasupu, SP, MT.

Dikatakannya, kegiatan ini memiliki makna yang sangat penting terutama dalam upaya kita bersama untuk menyatukan atau menyamakan visi dan presepsi dalam rangka mensinergikan program pembangunan daerah Sulteng khususnya dibidang Pendidikan dan Kebudayaan.

“Tuntutan masyarakat dalam menyelesaikan krisis yang dihadapi oleh bangsa dan Negara saat ini, memacu pemerintah untuk menyiapkan segenap perubahan yang perlu dalam rangka koreksi kelemahan dan kesalahan masa lalu,” tuturnya.

Menurutnya, bidang pendidikan dan kebudayaan telah mengalami transformasi dan reformasi menuju pada sesuatu system baru yang diharapkan akan lebih handal dan berkelanjutan.

“Olehnya, menyikapi hal tersebut kita dituntut untuk semakin berpacu mengejar ketertinggalan antara lain dibidang pembangunan serta pengembangan pendidikan dan kebudayaan, baik pengembangan sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana lainnya semua itu dalam suatu tekad bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di Sulteng,” ujarnya.

Sementara itu Gubernur Sulteng Drs. H Longki Djanggola, M.Si melalui Asisten I Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Pemprov Sulteng Ir. M Faisal Mang, MM menyampaikan, bahwa arti penting pembangunan pendidikan dan kebudayaan yang merupakan pelaksanaan dari amanat konstitusi yang secara lugas telah dinyatakan dalam UUD 1945 bahwa setiap orang dapat mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapatkan pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.

“Pendidikan harus dapat diakses setiap orang dengan tidak dibatasi usia tempat dan waktu. Pemerintah serta pemerintah daerah bersenantiasa menjamin keberpihakan kepada peserta didik yang memiliki hambatan fisik, mental, ekonomi, sosial ataupun geografis sabagai mana yang dijelaskan dan diamanatkan dalam undang-undang no 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional sebagaimana yang disebutkan dalam pasal 11 ayat 1,” ujarnya.

Dia mengatakan, pemerintah pusat telah menetapkan 9 agenda prioritas yang dikenal dengan nawacita diantaranya membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara kesatuan, meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dan meningkatkan produktivitas rakyat daya saing dipasar internasional, sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa asia lainnya.

“Olehnya, peran bidang pendidikan dan kebudayaan mempunyai andil yang besar dan sangat penting untuk mendukung tujuan dari nawacita tersebut serta mewujudkan Sulteng yang maju mandiri dan berdaya saing,” tuturnya.(yya).

Keterangan Foto : Pembukaan Rakor Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Tingkat Provinsi Tahun 2018 di Kabupaten Touna.

287 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Facebook Comments