DBD di Palu ditarget Turun 101 Kasus

DBD di Palu ditarget Turun 101 Kasus
Rate this post

Palu, Satusulteng.com – Dinas Kesehatan Kota Palu gencar mengampanyekan gerakan 5M (menguras, menutup, mengubur, mendaur ulang dan membersihkan) kepada masyarakat untuk memenuhi target menurunkan sebanyak 101 kasus demam berdarah dengue (DBD) pada 2018 ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu Royke Abraham yang dihubungi Sabtu, menuturkan gerakan 5M dimaksud adalah menguras bak mandi setiap minggu, menutup tempat-tempat penampungan air, dan mengubur barang-barang bekas yang dapat menjadi media berkembangnya nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus.

Masyarakat juga dihimbau untuk secara aktif mendaur ulang barang-barang bekas dan membersihkan rumah serta halaman rumah dari sampah liar yang tidak terangkut.

“Point penting dari kampanye ini adalah mengajak masyarakat untuk sadar akan pentingnya kesehatan dengan mencintai lingkungan yang bersih dan sehat melalui kegiatan 5 M,” katanya.

Pihaknya juga membagi-bagikan bubuk abate secara gratis untuk memutus mata rantai penularan DBD lewat nyamuk, meningkatkan pkunjungan ke rumah-rumah (home visit door to door) untuk pembinaan keluarga sehat guna menjamin keluarga di wilayah kerja semakin sadar akan kesehatan.

“Kami juga memantapkan sistem surveylance data kasus sehingga lebih cepat lagi mendeteksi kejadian DBD secara lebih akurat sehingga tindak lanjut di lapangan akan lebih cepat lagi,” ujarnya.

Royke juga mengimbau masyarakat untuk mendukung program terintegrasi gerakan masyarakat hidup sehat (germas), Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Gerakan Gali Gasa (3G) yang digencarkan Pemkot Palu.

Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu memeriksakan diri kepada petugas kesehatan di Puskesmas bila mengalami gejala panas badan yang tidak kunjung turun lebih dari tiga hari.

Menurut catatan Dinkes Kota Palu, selama 2017, angka kasus DBD di Kota Palu tercatat sebanyak 401 kasus. Jumlah kasus ini menurun drastis jika dibandingkan tahun 2016 yang hampir mendekati 1.000 kasus dan 2018 ini diharapkan turun lagi pada angka sekitar 300 kasus.

Royke menilai kesadaran masyarakat Kota Palu untuk mencegah penyebaran DBD sudah semakin baik namun masih perlu ditingkatkan lagi.***

120 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments