img

Brayyen S

| Politika

| 21 Oktober 2013 - 18:27 WITA

Komisioner KPU Sulteng Naharuddin mengaku jika Peraturan KPU nomor 15 Tahun 2013 tentang aturan berkampanye memiliki sanksi yang lemah.
“Sanksinya memang ada tapi hanya penurunan baliho. Itu saja,” beber Naharuddin.


Lemahnya sanksi tersebut menurut Naharuddin, menjadi salah satu faktor banyaknya pelanggaran atribut partai dan caleg. “Tidak ada sanksi pidana
pemilu atau semacamnya. Makanya banyak yang melanggar,” ujarnya.


Selain penurunan paksa, sanksi lainnya lanjut dia adalah sanksi moral kepada pemilih baliho yang melanggar. “Inipun kalau caleg sadar dengan
sanksi moral itu. Biarlah masyarakat yang menilai, apakah caleg yang melanggar layak dipilih atau tidak,” katanya.


Naharuddin sudah mengusulkan kepada Bawaslu agar penertiban langsung melibatkan aparat keamanan dalam hal ini kepolisian. “Kalau mau  tertib
sebenarnya gampang, langsung pakai polisi saja. Selama inikan hanya Polisi Pamong Praja,” tegasnya.



Berita Lainnya

Back to Top